Kelalawar Menggunakan Trik Terbang yang Unik

14 01 2010

LONDON — Kelelawar masih tetap unggul dalam memanfaatkan trik aerodinamika, sedikit unik dibanding serangga lainnya, kata para peneliti.

Ketika kelelawar terbang, mereka memanfaatkan aliran angin. Para peneliti menemukan pusaran angin kecil diatas masing-masing sayapnya, yang disebut pengarah ujung pusaran, yang menyediakan sebanyak 40 % kebutuhan daya angkat tubuhnya agar tetap diudara.

“Tidak diketahui apakah binatang bertulang belakang dapat melakukan hal yang sama,” Anders Hedenstrom, seorang pakar biologi dari University of Lund, Swedia, yang memimpin studi ini mengatakan dalam wawancara melalui telepon. “Sekarang kami telah menemukan kelelawar menggunakan mekanisme yang serupa.”

Bentuk sayap pesawat dan burung menghasilkan daya angkat dengan memanfaatkan aliran udara yang lebih berkesinambungan, kata Hedenstrom. Kelelawar memperoleh keuntungan tambahan daya angkat yang ditimbulkan oleh kepakan kebawah sayapnya yang memungkinkan tubuhnya mengambang dan terbang lebih gesit.

Para peneliti mengisi saluran angin dengan asap aerosol untuk membantu mengambil gambar ketika kelelawar terbang kearah sebuah tabung yang berisi cairan madu, kemudian menganalisanya melalui komputer.

Ketika kelelawar terbang mengambang, mereka menciptakan pusaran angin diatas masing-masing sayapnya.

“Inilah mekanisme dibalik daya angkat tinggi selama terbang mengambang,” kata Hedenstrom

Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Science, memberikan pengertian praktis. Ambil contoh para Insinyur, dapat menggunakan pengetahuan ini ketika mengembangkan wahana udara mikro, Hedenstrom menambahkan.

Seperti mesin-mesin robot, yang berpotensi digunakan dalam tujuan pengawasan, mungkin dapat terbang di dalam dan di luar gedung serta area tertutup, hal ini dikarenakan kepakan sayapnya memungkinkan berbelok tajam dan mengambang, tambahnya.

“Untuk membuatnya benar-benar bekerja, ini merupakan sebuah informasi penting, karena ini memperlihatkan bagaimana kita mengendalikan struktur sayap selama kepakan sayap,” kata Hedenstrom. “Dengan sayap yang kaku mereka tidak dapat berbelok sedikitpun.” (rtr/tnm)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: